Dunia Wanita

Mulai Terhitung 17 Sept 2011 - 6 hari kedepan http://www.duniawanita.org akan bs di akses dengan alamat http://www.duniawanita.us
dan untuk selanjutan artikel akan update di website baru.
---------------------
Silahkan Kunjungi Website DWI
dengan tampilan dan artikel baru :
http://www.duniawanita.us

Indonesian Female'S Forum - Dunia Wanita Indonesia


    Koneksi Berkualitas untuk Membangun Kerja Tim

    Share
    avatar
    Bunda
    Jr. Sakura
    Jr. Sakura

    Female ibunya anak2
    Top Poster This Month

    Total Post : 199
    999 / 999999 / 999


    Location : kota hujan
    Joint date : 2008-11-27

    Message
    Status: Members
    Mistake: 0

    default Koneksi Berkualitas untuk Membangun Kerja Tim

    Post  Bunda on 10/06/10, 11:28 pm

    [img]http://i64.servimg.com/u/f64/13/54/53/14/14064311.jpg[/img]

    Di sebuah perusahaan yang berusia lebih dari 50 tahun, bertumbuh pesat dan terdiri atas ribuan karyawan, muncul wacana mengenai program untuk memantapkan kerja tim. Lucunya, ini justru terjadi pada "ring I", pentolan-pentolan organisasi. Padahal, seyogianya beliau-beliau ini sudah piawai dalam meng-handle tim untuk melakukan "kerja tim"nya, tanpa perlu diingatkan dan diajarkan lagi. Kedengarannya memang aneh, tapi inilah kenyataannya.

    Divisi-divisi yang bekerja di bawah mereka menunjukkan gejala "silo" yang parah, alias tidak mau tahu urusan lain dan tidak ada niatan untuk berkoordinasi satu sama lain. Bahkan, menginformasikan perubahan saja terasa sangat sulit bagi masing-masing departemen. Anehkah hal ini? Apakah ini suatu gejala yang luar biasa?

    Banyak perusahaan, bila mau menelaah ke dalam dan berusaha meneropong jujur ke dalam tindakan, sikap, dan perilakunya, pastilah mengakui bahwa butuh upaya ekstra keras dan konsisten untuk menggalang kerja tim yang solid. Pantas saja, ada juga suara-suara mengatakan bahwa beberapa menteri dalam kabinet pun tidak berkomunikasi lancar satu sama lain. Lucunya, banyak orang, bila disadarkan bahwa komunikasi dalam timnya kurang, cenderung membela diri. Mereka kerap tidak menyadari, bahkan memaparkan contoh-contoh betapa meeting rutin sudah berjalan di timnya, komunikasi tatap muka dan email dilakukan intensif dan satu sama lain pun tidak menolak kerja sama. Jadi, dimana letak kesalahannya, mengapa kerja tim bisa melempem?

    [b]Menciptakan chemistry[/b]
    Apakah tidak eratnya kerja tim disebabkan tidak adanya chemistry di antara anggotanya? Apakah kita tidak meyakini bahwa kita bisa menciptakan koneksi dengan orang lain dan meracik chemistry dalam keseharian kita di tempat kerja? Pepatah lama mengatakan, "There are no misunderstandings; there are only failures to communicate."

    Dari sini kita menyadari bahwa sebenarnya kita tidak bisa mempermasalahkan buruknya chemistry di antara sekelompok orang jika kita belum secara sungguh-sungguh berupaya membuat koneksi yang berkualitas.

    Kita banyak membuang kesempatan untuk membangun koneksi, apakah itu saat bertemu di dalam lift, berpapasan di jalan, bertegur sapa di pagi hari, bahkan saat harus berdiskusi mendalam untuk memecahkan masalah, membahas "daerah abu-abu" ataupun mengkomunikasikan komitmen yang perlu diangkat. Jangankan orang yang baru dalam tim, kita bahkan seringkali absen membangun koneksi dengan orang yang sudah hidup dan bekerja sama selama bertahun-tahun.

    Apresiasi bisa kita tunjukkan tanpa pujian yang melambung, tetapi lebih pada upaya untuk memahami lawan bicara dan berusaha menggali point-nya. Banyak orang merasa kikuk untuk membina hubungan akrab di tempat kerja, bahkan menganggap hal itu hanya diperlukan dalam hubungan informal dan hubungan kekeluargaan di luar bisnis. Upaya pendekatan ke orang lain terkadang dinilai hanya dibutuhkan oleh para salesman dan humas. Ada juga yang menganggap bahwa ini adalah kegiatan yang mengarah pada hal-hal yang feminin. Padahal, banyak sekali potensi dan kesempatan yang bisa kita raih demi kebersamaan tujuan, asal kita mau sedikit berusaha untuk membangun koneksi satu sama lain.
    [b]
    Kejelasan[/b]
    Kita pasti bisa merasakan bila spirit individu dalam tim mengendur. Banyak orang yang tidak mengerti mengapa personel yang pandai-pandai dan berdedikasi, bisa tiba-tiba kehilangan semangat berbagi informasi, tidak disiplin, malas ber-brainstorming dan seolah tidak henti memikirkan kepentingan diri sendiri. Seorang karyawan yang berada dalam situasi itu berkomentar, "Kalau dalam tim, satu orang dengan yang lain tidak jelas tentang standar kualitas dan tindakan yang harus dilakukan, serta kabur akan sasaran kelompok, bagaimana kita akan menyerahkan pikiran dan hati sepenuhnya pada tim?"

    Tidak jelasnya prinsip dan arah perusahaan atau lembaga, memang sering menyebabkan spirit kelompok menjadi kendur. Apalagi bila atasan pun mencla-mencle, tidak mengedepankan koordinasi, bahkan sedikit-sedikit mengadu domba. Orang hanya bisa menjadi "selfless" bila tujuan organisasi sangat "clear". Itu sebabnya, kita melihat turunnya semangat kerja tim pada perusahaan yang sedang terguncang dan tidak memperjelas keadaan pada masa-masa krisisnya. Sebaliknya, organisasi yang bertujuan jelas, bisa dengan mudah meningkatkan kerja tim dan bahkan menciptakan kompetisi seru antar kelompok-kelompok, baik dalam kegiatan yang berkaitan dengan substansi bisnisnya maupun di luar itu.

    Bila individu satu sama lain sudah terkoneksi melalui rasa percaya dan jelas terhadap tujuan kelompok dan organisasi, tentu tidak butuh energi besar untuk mendorong tim mencapai kinerja terbaik. Bahkan, kita pun tidak usah terlalu khawatir untuk membolak-balik atau menggunting-copot individu dalam tim, karena secara otomatis tim punya kekuatan untuk dengan cepat me-reorganize dirinya kembali.

    [size=9][i](Eileen Rachman & Silvina Savitri, EXPERD Consultant)[/i][/size]

      Current date/time is 19/08/18, 08:01 pm