Dunia Wanita

Mulai Terhitung 17 Sept 2011 - 6 hari kedepan http://www.duniawanita.org akan bs di akses dengan alamat http://www.duniawanita.us
dan untuk selanjutan artikel akan update di website baru.
---------------------
Silahkan Kunjungi Website DWI
dengan tampilan dan artikel baru :
http://www.duniawanita.us

Indonesian Female'S Forum - Dunia Wanita Indonesia


    Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut

    Tiaz
    Tiaz
    Edelweiss
    Edelweiss

    Female Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut Titik110

    Total Post : 667
    Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut Left_bar_bleue999 / 999999 / 999Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut Right_bar_bleue


    Location : jakarta
    Joint date : 2008-11-24
    hobbies : banyak deh

    default Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut

    Post  Tiaz on 28/11/08, 10:43 am

    Kabupaten Garut yang terletak di Propinsi Jawa Barat, memliki lahan pertanian yang subur dan beragam obyek wisata yang menarik. Di sini wisatawan dapat menikmati berbagai objek wisata mulai dari panorama gunung, laut, pantai sampai dengan budaya. Kota garut yang terletak sekitar 63 km di tenggara Bandung, merupakan dataran tinggi yang dikelilingi sejumlah gunung yang masih aktif. Pada era tahun 20-an, kota ini dijuluki Swiss van Java karena pesona alamnya yang menakjubkan dengan kontur alam yang eksotis dan udaranya yang sejuk bagaikan negara Swiss.

    Selama ini orang hanya mengenal Kabupaten Garut sebagai penghasil dodol, tempat wisata air panas Cipanas, situ Bagendit, danau Cangkuang dan Telagabodas. Ternyata di kabupaten Garut banyak terdapat objek wisata lain seperti curug Orok, kawah Kamojang dan kawah Papandayan. Di kawasan Pamempeuk (Garut Selatan) misalnya juga terdapat beberapa wisata pantai di antaranya pantai Santolo dan pantai Sayang Heulang.

    Kalau dihitung-hitung di kawasan ini terdapat sekitar 30 tempat wisata, baik yang sudah dikelola dengan baik maupun yang belum dikelola.

    Wisata pantai di Garut, yang sering dikunjungi para turis di antaranya pantai Santolo dan pantai Sayang Heulang. Kedua pantai ini berpasir yang putih dan masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Pantai Santolo dikenal sebagai pelabuhan nelayan tradisional yang dermaganya merupakan peninggalan Belanda pada abad ke-18. Di kawasan ini terdapat Cilaut Euren, yaitu teluk yang memisahkan tempat pelabuhan nelayan tradisional dengan tempat wisata pantai Santolo. Jadi jika pengunjung hendak menikmati keindahan pantai Santolo mereka harus naik perahu terlebih dahulu dari pelabuhan tradisional. Di perairan Cilaut Euren ini kita dapat menaiki perahu menuju curug (air terjun). Perjalanan menuju curug ini dapat ditempuh dalam jangka waktu 15 menit dari tempat pelelangan ikan. Curug ini seolah-olah memisahkan lautan luas dan selat Cilaut Euren.

    Di tempat ini kita dapat menyaksikan para nelayan yang melaut di pagi hari. Di Santolo ini kita dapat menikmati hidangan ikan-ikan bakar yang tersedia di setiap restoran yang banyak terdapat di sekitar tepi pantai. Di tempat ini juga banyak tempat-tempat penginapan, yang disewakan untuk para turis.

    Selain pantai Santolo ada pula pantai Sayang Heulang yang pemandangannya tidak kalah indahnya dibandingkan dengan pantai lain. Di daerah ini terdapat pulau kecil berbatu karang berwarna hitam yang cukup menarik untuk dikunjungi.

    Objek wisata lain yang terdapat di kabupaten Garut adalah Curug Orok. Di kawasan curug Orok ini terdapat beberapa curug yang saling berdampingan dan tampak unik. Selain curug utama yang tingginya sekitar 20 meter ada juga beberapa curug kecil yang seolah-olah mendampingi curug utama. Curug-curug yang lebih kecil tersebut airnya keluar langsung dari tebing sekelilingnya. Untuk menuju ke curug yang berada di desa Cikandang, kecamatan Cikajang ini kita harus melintasi kebun teh.

    Objek wisata lain yang banyak dikunjungi turis ialah Situ Bagendit. Di danau yang luasnya 128 ha ini kita bisa berlayar ke tengah dengan rakit bambu tradisional. Sesampainya di tengah kita bisa beristirahat sejenak di rakit-rakit yang sudah berada terlebih dahulu tertambat mulai dari pagi sampai sore. Rakit-rakit tersebut sengaja dihadirkan sebagai tempat untuk menjajakan makanan ringan kepada para pelancong. Perjalanan berkeliling danau ini sungguh sangat mengasyikkan. Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di atas rakit tersebut seperti membaca, lesehan di bambu rakit atau kalau membawa bekal makanan, kita bisa menyantapnya di atas rakit tersebut. Danau (situ) ini berada di kecamatan Banyuresmi, sekitar 13 km dari kota Garut. Dari danau ini para wisatawan dapat melihat keindahan panorama alam termasuk panorama enam pulau mini yang mengelilingi situ tersebut.

    Danau lain yang berlokasi di kawasan ini ialah danau Cangkuang. Di sini kita bisa mengunjungi sebuah situs purbakala berupa candi setinggi 8,5 m bernama candi Cangkuang. Candi ini merupakan peninggalan kebudayaan Hindu pada abad VIII Masehi. Candi yang terletak di atas bukit kecil ini berada di tengah danau Cangkuang yang tenang dan indah. Untuk menuju tempat ini kita harus menggunakan angkutan tradisional berupa rakit dari bambu yang bercat aneka warna. Rakit yang berkapasitas 30 orang ini baru beroperasi kalau penumpangnya sudah penuh. Rakit tersebut bisa juga di carter. Menurut cerita candi ini merupakan bekas peninggalan kerajaan Galuh yang ada di Garut dan ditemukan bulan Desember 1966.

    Disamping candi Cangkuang terdapat makam Embah Dalem Arif Muhammad, seorang penyebar agama Islam di daerah ini. Di kawasan candi Cangkuang ini terdapat Kampung Pulo yang terdiri dari enam rumah yang berjejer dan berhadap-hadapan, masing-masing tiga di sebelah kiri dan tiga disebelah kanan, ditambah dengan satu musala. Rumah-rumah tersebut bercat kuning muda dan jumlahnya tidak boleh lebih dari enam buah, artinya hanya diperuntukan untuk enam keluarga. Jika ada perkawinan, maka keluarga baru tersebut harus keluar dari kampung tersebut. Orang dapat berwisata ke sini sambil menikmati candi dan danau. Pengunjung datang ke sini untuk berwisata ziarah serta wisata budaya yaitu melihat kampung Pulo.

    Kabupaten Garut juga memiliki beberapa kawah yang juga merupakan objek wisata diantaranya kawah Papandayan dan kawah Kamojang. Menelusuri kawah-kawah ini merupakan pengalaman yang mengasyikkan.

    Setelah berkeliling-keliling, di berbagai kawasan objek wisata di kabupaten Garut tentulah tidak lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh. Selain dodol Garut, juga ada oleh-oleh khas Garut yaitu barang kerajinan dari kulit yang terdapat di kawasan Sukaregang. Harganya pun cukup miring bergantung pada mutu bahan kulit. Di Sukaregang ini wisatawan dapat datang langsung menyaksikan para perajin membuat barang-barang kerajinan mulai dari bahan mentah sampai siap dijual dalam bentuk jaket, topi, sepatu, dompet, topi, tas, sandal, ikat pinggang, sarung tangan, gantungan kunci dan lain-lain.

    Berwisata ke berbagai obejk wisata di kabupaten Garut sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Di berbagai tempat tersebut dapat dipastikan etrdapat tempat-tempat orang menjual makanan. Tetapi ada yang perlu di catat yaitu berwisata ke sini kita harus rajin

    bertanya-tanya kepada penduduk setempat tentang keberadaan lokasi wisata yang akan kita tuju karena kota ini miskin dengan papan petunjuk ke tempat-tempat wisata tersebut. (Didan N. Sardjono)

    [url=https://servimg.com/image_preview.php?i=14&u=13306027][img]https://i.servimg.com/u/f70/13/30/60/27/pantai10.jpg[/img][/url]
    dark_inside
    dark_inside
    Sn. White Lily
    Sn. White Lily

    Male Get Some..!
    Total Post : 304
    Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut Left_bar_bleue238 / 999238 / 999Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut Right_bar_bleue


    Location : Makassar Jie
    Joint date : 2008-11-29
    hobbies : beladiri, berburu, makan, membaca

    default Re: Berwisata ke Swiss Van Java alias Garut

    Post  dark_inside on 29/11/08, 06:57 am

    inpo yang sangat bermanfaat sis...

    peran pemerintah daerah sangat di harapkan agar lebih bisa mengembangkan citra parawisata di garut...

      Current date/time is 26/05/19, 11:04 pm